Menu

Mode Gelap
 

KARIMUN · 3 Mei 2026 17:21 WIB

‎Rayakan May Day 2026, FSPMI PT Saipem Gelar Berbagai Kegiatan


 ‎Rayakan May Day 2026, FSPMI PT Saipem Gelar Berbagai Kegiatan Perbesar



‎BETANJAK.COM, KARIMUN _ Dalam rangka merayakan peringatan hari buruh internasional ( May Day ) 2026,  PUK SPLP FSPMI Karimun menggelar berbagai kegiatan mulai dari  pawai kostum profesi, donor darah hingga pameran bonsai, 03 Mei 2026 di Costal Area Karimun, Kabupaten Karimun.

‎Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, S.Sos., didampingi Kapolres Karimun, AKBP Yuntia Stevani, Kadisnakerperin Karimun, Ir. Ruffindy Alamsjah, serta unsur Forkopimda dan UPT Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri.

‎Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole menegaskan bahwa buruh adalah pilar strategis dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.

‎Pemerintah Kabupaten Karimun hadir sebagai fasilitator dan pelindung. Kami ingin meningkatkan kualitas hidup pekerja tanpa mengabaikan keberlanjutan dunia usaha. Mari kita jaga bersama iklim investasi di Bumi Berazam ini,” ujar Rocky.

‎Wabup juga memberikan pesan tegas kepada perusahaan agar tidak mengabaikan hak-hak dasar pekerja. Ia meminta Dinas Tenaga Kerja dan UPT Pengawas Ketenagakerjaan untuk melaporkan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan.

‎“Investasi di Karimun tidak boleh sesuka hati, harus ikuti aturan. Jangan sampai ada buruh di Karimun yang ditindas. Namun bagi pekerja yang sudah mendapatkan pekerjaan, berikanlah performa terbaik untuk perusahaan,” tambahnya.

‎Ketua PUK SPL – FSPMI PT Saipem Karimun Yard, Aryo Prayitno, menyampaikan apresiasi atas terbitnya Peraturan Menteri (Permen) terbaru yang membatasi praktik outsourcing. Ia berharap pimpinan daerah dan DPRD dapat mengawal implementasi aturan tersebut.

‎“Kami menolak upah murah dan praktik outsourcing yang merugikan. Banyak pekerja mengeluh tidak mendapat THR, PHK sepihak, hingga sistem No Work No Pay saat sakit. Kami berharap tidak ada lagi pekerjaan inti yang disubkontrakkan,” tegas Aryo.

‎Selain isu kesejahteraan, Aryo juga mendorong adanya Perda yang benar-benar memperjuangkan tenaga kerja lokal asli Karimun, bukan hanya sekadar kepemilikan KTP. Ia berharap masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah megahnya industri seperti PT Saipem.

‎Kemeriahan May Day tahun ini terlihat saat 300 anak-anak usia maksimal 15 tahun melakukan pawai dengan berbagai kostum profesi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan cita-cita anak bangsa sejak dini sekaligus menjadi simbol harapan bagi kesejahteraan pekerja di masa depan. (*)


Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‎Pemkab Karimun Gulirkan Berbagai Inovasi Kemudahan Pembayaran Pajak ‎

8 September 2026 - 16:26 WIB

‎TNI AL Gagalkan Penyelundupan 240 Cartridge Vape Diduga Mengandung Etomidate di Perairan Karimun ‎

7 September 2026 - 16:01 WIB

‎Peduli Bencana NTT, DPC GRIB Karimun Galang Donasi ‎

5 September 2026 - 17:09 WIB

‎Dari Pendidikan hingga Ekonomi, PT TIMAH Serap Masukan untuk Perbarui RIPPM di Kabupaten Karimun

4 September 2026 - 15:51 WIB

‎Hadirkan Layanan Konseling Keluarga,PD Salimah Kabupaten Karimun Launching Rumah Embun Pagi Salimah ‎

2 September 2026 - 14:08 WIB

‎Di nyatakan Inkracht, Barang Bukti di Kejari Karimun Dimusnahkan

2 September 2026 - 05:46 WIB

Trending di KARIMUN