Menu

Mode Gelap
Berganti Nama, BPR Tuah Karimun Siap Melayani UMKM yang Ingin Modal 309 Santri se Kecamatan Meral Diwisuda, Bupati : Semoga Menjadi Anak yang Sholeh Baru Buka, 757 Coffee Shop Adakan Diskon dan Nobar Pengurus APDESI Kab Karimun Dikukuhkan, H. Muklis Jabat Ketua Dilepas Gub Ansar, Jalan Santai HUT PGRI ke 78 Bertabur Hadiah

Bangka Belitung · 8 Des 2025 16:34 WIB

‎Duta Minerba Akui Terpukau! Melihat Langsung Fakta Pertambangan Berkelanjutan PT TIMAH Tbk


 ‎Duta Minerba Akui Terpukau! Melihat Langsung Fakta Pertambangan Berkelanjutan PT TIMAH Tbk Perbesar

‎BETANJAK.COM,BANGKA — Para Duta Minerba Goes to Site 2025 ke PT TIMAH Tbk menceritakan keseruan mereka saat melihat langsung proses bisnis PT TIMAH Tbk, program pengelolaan lingkungan hingga Program Pemberdayaan yang dilaksanakan PT TIMAH Tbk.

‎Dalam kunjungan mereka yang didampingi Kementerian ESDM, para mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia ini mengunjungi armada penambangan Kapal Isap Produksi (KIP) PT TIMAH Tbk untuk melihat proses penambangan laut.

‎Selain itu, mereka juga mengunjungi Division Processing and Rifenery PT TIMAH Tbk untuk melihat proses peleburan timah dengan menggunakan teknologi TSL Ausmelt.

‎Selama tiga hari berada di Bangka sejak Rabu-Jumat (3-5/12/2025), para Duta Minerba ini juga melihat langsung pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan PT TIMAH Tbk secara berkelanjutan di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang.

‎Mereka juga melihat langsung program PPM yang dilaksanakan PT TIMAH Tbk, diantaranya mengunjungi UMKM Mitra Binaan PT TIMAH Tbk yang memproduksi makanan khas Bangka.

‎Salah satu peserta, Gera Nathaniel Lomo, mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, mengaku mendapatkan pengalaman paling berkesan saat mengunjungi Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Bangka.

‎“Paling berkesan waktu kami ke offshore dan melihat langsung bagaimana proses dari eksplorasi hingga pengelolaan bijih timah. Saya baru benar-benar menyaksikan rantai prosesnya secara langsung,” ujarnya.

‎Gera mengaku sebelum berkunjung ia memiliki pandangan seperti kebanyakan masyarakat awam yang menilai pertambangan identik dengan kerusakan lingkungan. Namun setelah melihat langsung, pandangannya berubah.

‎“Awalnya saya pikir PT TIMAH Tbk hanya fokus bisnis saja, tanpa memikirkan ekosistem. Tapi ternyata setelah kita lihat langsung, perusahaan justru melakukan banyak upaya setelah aktivitas tambang, mulai dari reklamasi sampai pemberdayaan masyarakat. Lingkungan dan masyarakat benar-benar diperhatikan,” jelasnya.

‎Ia berharap masyarakat tidak langsung menilai negatif pertambangan tanpa melihat fakta lapangan. Dirinya juga berharap, PT TIMAH Tbk dapat terus meningkatkan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

‎”Kalau menganggap pertambangan buruk atau masih ragu, datang saja langsung ke Bangka untuk melihat sendiri apa yang sudah dilakukan PT TIMAH Tbk,” katanya.

‎Senada dengan disampaikan Arina, mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga Universitas Indonesia. Ia mengaku kunjungan hari pertama ke KIP menjadi pengalaman yang tak terlupakan karena untuk pertama kalinya ia harus menyeberang laut untuk melihat operasi pertambangan lepas pantai.

‎Menurut Arina, kunjungan ke kawasan reklamasi Air Jangkang menjadi titik balik pemahaman dirinya mengenai pertambangan.

‎”PT TIMAH Tbk itu ngelakuin reklamasi dan lain-lain itu bukan cuman sekedar ke masyarakat tapi juga memperhatikan satwa liar gitu. Di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang saya ngeliatin banyak banget satwa-satwa yang dilindungi dirawat dulu sebelum dilepasliarkan. Ini hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan,” ujarnya.

‎Arina menegaskan bahwa anggapan di media sosial tentang pertambangan yang hanya merusak lingkungan terbantahkan setelah melihat langsung program reklamasi perusahaan.

‎“Betul, coba kalian datang sendiri ke Air Jangkang. Semua bisa lihat sendiri proses pemulihan lingkungannya,” tambahnya.

‎Kedua peserta juga menyoroti dukungan PT TIMAH Tbk terhadap UMKM. Dalam kunjungan ke salah satu mitra binaan pengolahan hasil laut, mereka melihat berbagai fasilitas yang diberikan mulai dari peralatan produksi hingga pelatihan.

‎Arina menyebut bantuan tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha.

‎“Aku kaget ternyata UMKM mendapat banyak dukungan, bahkan ada bantuan alat packaging dari pemerintah dan PT Timah. Ini keren banget,” katanya.

‎“Semoga ke depan PT TIMAH Tbk bisa mengembangkan lebih banyak program positif dan masyarakat Indonesia bisa melihat bahwa pertambangan tidak selalu negatif,” tambah Arina.

‎Program Duta Minerba Goes to Site menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung praktik pertambangan yang baik. Kesan para peserta ini diharapkan menjadi jembatan informasi agar semakin banyak masyarakat memahami fakta di lapangan mengenai praktik pertambangan berkelanjutan yang dijalankan PT TIMAH Tbk. (*)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‎Perizinan Jadi Kunci, PT TIMAH Tbk Dorong Usaha Sabun Cuci Piring Bunda Fresh Naik Kelas

15 Januari 2026 - 09:04 WIB

‎Museum Timah Indonesia Mentok Kembali Jadi Destinasi Kunjungan Utusan Kedubes Australia ‎

14 Januari 2026 - 14:36 WIB

‎PT TIMAH Tbk Hadir untuk Negeri, Dorong Kesejahteraan Lewat Program CSR Berkelanjutan ‎

14 Januari 2026 - 09:19 WIB

‎Dukung Karang Taruna hingga Komunitas Kreatif, PT TIMAH Tbk Dorong Kemandirian dan Kreativitas Pemuda ‎

13 Januari 2026 - 17:01 WIB

‎PT TIMAH Tbk Serahkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bangka Tengah

13 Januari 2026 - 04:11 WIB

‎Natal Oikumene PT TIMAH Tbk, Merajut Kebersamaan dalam Kasih dan Kepedulian

12 Januari 2026 - 16:23 WIB

Trending di Bangka Belitung