Menu ✖

Mode Gelap
 

KARIMUN · 2 Nov 2026 13:57 WIB

‎BPS Karimun  Mencatat,  Hasil Pengolahan Data IHK, Oktober 2026 Kabupaten  Karimun Mengalami Inflasi  0,41 Persen


 ‎BPS Karimun  Mencatat,  Hasil Pengolahan Data IHK, Oktober 2026 Kabupaten  Karimun Mengalami Inflasi  0,41 Persen Perbesar

‎
‎BETANJAK.COM, KARIMUN _ Berdasarkan hasil pengolahan data Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan tahun
‎dasar 2022=100, Kabupaten Karimun pada Oktober 2026 mengalami inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan, dengan IHK sebesar 110,79. Sementara itu, inflasi tahun kalender, yaitu perubahan harga dibandingkan Desember 2025, tercatat sebesar 1,35 persen.
‎
‎Adapun inflasi tahunan, yaitu perubahan harga dibandingkan Oktober
‎2025, mencapai 2,37 persen.
‎
‎Inflasi pada Oktober 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,00 persen dengan andil sebesar 0,38 persen poin terhadap inflasi umum.
‎
‎”Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau, menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Kabupaten Karimun. Kenaikan harga
‎cabai tersebut disebabkan oleh terbatasnya stok cabai di pasar dan berkurangnya pasokan dari luar daerah karena penurunan produktivitas di sentra daerah penghasil cabe,” ujar Kepala BPS Karimun, Lulus Haryono, Senin 2 November 2026.
‎
‎Berdasarkan data IHK Oktober 2026, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah cabai merah sebesar 0,49 persen poin, diikuti cabai rawit sebesar 0,04 persen poin dan cabai hijau sebesar 0,04 persen poin. Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan andil terhadap deflasi, terutama udang basah, semangka, bayam, dan telur ayam ras.
‎
‎Ditinjau menurut kelompok pengeluaran, dari 11 kelompok pengeluaran terdapat
‎lima kelompok yang mengalami inflasi, lima kelompok yang tidak mengalami
‎perubahan indeks harga secara signifikan, dan satu kelompok yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,00 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,15 persen.
‎
‎Secara keseluruhan, inflasi Kabupaten Karimun pada Oktober 2026 terutama
‎dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas pangan, khususnya berbagai jenis cabai. Oleh karena itu, pemantauan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta perkembangan harga komoditas pangan perlu terus dilakukan untuk mendukung stabilitas harga di Kabupaten Karimun.(*)
‎

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‎Meriahkan HUT Kabupaten Karimun ke 27 Tahun, Dispora Gelar Pertandingan Gasing

31 Oktober 2026 - 10:20 WIB

‎PT TIMAH Gandeng Kejaksaan, Perkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset di Kepulauan Riau

27 Oktober 2026 - 06:49 WIB

‎Strike Kerapu Seberat 6 Ons Lebih, Angler Batu Lipai Raih Motor di Lomba Mancing TOK Fishing ‎

25 Oktober 2026 - 15:59 WIB

‎Tanpa Toleransi, BRI Karimun Pecat Oknum Marketing

19 Oktober 2026 - 11:59 WIB

‎Peduli Kesehatan Masyarakat, DPC GRIB Jaya Bersama Puskesmas dan Kecamatan Karimun Bagikan Ratusan Masker

17 Oktober 2026 - 11:31 WIB

‎TOK Fishing ke 5 Akan Segera Dimulai, Ayo Daftarkan Diri Anda Mumpung Slot Tersedia ‎

15 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Trending di KARIMUN