BETANJAK.COM, KARIMUN- Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau menggelar peringatan hari ulang tahun ke-77 di Gedung Nasional Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Rabu 23 Juli 2025 Pagi
Peringatan tersebut mengusung tema “Peningkatan Peran Asosiasi Pengawas Ketenagakerjaan (APKI) dalam memperkuat integritas pengawas ketenagakerjaan”
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau yakni Diky Wijaya, Kadis Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Karimun Rufindy Alamsyah, Kepala BPJS Cabang Sekupang, Suci Rahmad, Kepala BPJS Cabang Karimun Sri Nuryanti, Kapolsek Balai Karimun AKP Andri Yusri, Pasi Ops Kodim 0317/TBK, Kapten CPL E.S Nasution serta para perwakilan perusahaan yang ada di Kabupaten Karimun.
Ketua pelaksana kegiatan, Raden Ria Iswety menyampaikan perkembangan ketenagakerjaan yang sangat dinamis memiliki dampak positif dan negatif.
Menurutnya dampak positif adalah terbukanya lapangan kerja yang luas, sementara dampak negatifnya adalah perusahaan belum mematuhi peraturan mengenai ketenagakerjaan sehingga meningkatkan perselisihan hubungan industrial.
“Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengawas ketenaga kerjaan dalam tugas dan fungsinya serta meningkatkan kesadaran tentang ketenagakerjaan,” ujar Raden Ria
Ria melaporkan bahwa dalam rangkaian peringatan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karimun untuk menggelar aksi donor darah.
”Selain menggelar donor darah, kita juga berbagi kebahagiaan kepada petugas kebersihan yang ada di Kecamatan Meral, Kecamatan Meral Barat, Kecamatan Tebing dan Kecamatan Karimun dengan berbagi sebanyak 250 paket sembako, semoga bermanfaat untuk yang menerima,” kata Ria
Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau yakni Diky Wijaya mengatakan bahwa dengan jumlah kebutuhan tenaga kerja aktif saat ini sebanyak 1 juta, ternyata saat ini 6,8 (70 ribu) masyarakat Kepri belum bekerja. Padahal menurutnya formasi kebutuhan industri lebih besar daripada tingkat pengangguran tetap di Kepri.
“Hal ini bisa terjadi dikarenakan kompetensi (skill), lalu konflik pada persoalan industri masih berkelanjutan bahkan terus bertambah. Dengan UU yang cukup lama di tahun 1970 tentu sudah banyak paradigma kehidupan yang berubah. Di sini peran dan fungsi pengawasan sebagai perwakilan pemerintah sejauh mana kita bisa memediasi perselisihan industri,” ungkap Diky
Diky mengatakan bahwa peran pengawas harus sesering mungkin turun ke perusahaan untuk mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam bekerja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Diusia ke-77 ini semoga APKI bisa menjadi lebih baik dan bisa bekerja demi kepentingan semuanya,” pungkas Diky
Menurut pantauan, perayaan tersebut ditandai dengan Pemotongan tumpeng dan kue yang dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata, serta penyerahan penghargaan kepada pengawas ketenagakerjaan berdasarkan evaluasi kinerja baik. Serta penyerahan simbolis kantong darah PMI kepada Disnaker Karimun. (*)