BETANJAK.COM, KARIMUN_ Kabupaten Karimun pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 0,54 persen dibandingkan Agustus 2026.
Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 110,34. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender hingga September 2026 mencapai 0,94 persen, sementara inflasi secara tahunan atau year-on-year (September 2026 terhadap September 2025) tercatat sebesar 1,63 persen. Capaian tersebut berbeda dengan kondisi di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,26 persen dan 0,12 persen.
Secara keseluruhan, Provinsi Kepulauan Riau mengalami inflasi sebesar 0,27 persen pada September 2026. Kabupaten Karimun mencatat inflasi bulanan tertinggi dibandingkan wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau. Sementara itu, dari sisi inflasi tahunan, Kabupaten Karimun mencatat tingkat inflasi terendah dibandingkan Kota Batam dan Kota Tanjungpinang yang masing-masing sebesar 3,65 persen dan 3,76 persen.
Kenaikan harga bahan makanan terutama daging ayam ras, cabai merah dan bawang merah mengalam kenaikan yang cukup tinggi selama bulan September 2026. Kenaikan harga Daging ayam ras sejak awal bulan September 2026 sudah merangkak naik.
Beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga di seluruh Indonesia adalah kenaikan harga pakan dan DOC. Stok daging ayam ras di Karimun sempat berkurang karena pasokan yang di dalam Karimun mengalami keterlambatan rantai panen dan suplay ayam dari luar terutama dari Pekanbaru harganya terlalu tinggi untuk masuk ke harga pasar Karimun.
Selain itu, tarif angkutan udara pada bulan September 2026 mengalami penurunan sehingga sedikit menahan laju inflasi di Batam dan Tanjung Pinang serta berpengaruh pula terhadap inflasi di Provinsi Kepri.
Inflasi bulanan Kabupaten Karimun pada September 2026 terutama dipengaruhi oleh beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,95 persen dengan andil 0,37 persen.
Selanjutnya, kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran mengalami inflasi sebesar 1,20 persen dengan andil 0,09 persen, sedangkan kelompok Pendidikan mengalami inflasi sebesar 1,37 persen dengan andil 0,06 persen. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga juga mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dengan andil 0,02 persen.
Sejumlah komoditas turut memberikan andil terhadap inflasi September 2026, antara lain daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, akademi/perguruan tinggi, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyan/ikan gembolo/ikan aso-aso, dan semangka. Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat memberikan tekanan penurunan harga, di antaranya kacang panjang, kangkung, minyak goreng, tomat, sotong segar, dan emas perhiasan.
Secara tahunan, inflasi Kabupaten Karimun sebesar 1,63 persen terutama berasal dari beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran mengalami inflasi sebesar 5,09 persen dengan andil 0,36 persen. Selanjutnya, kelompok Transportasi mengalami inflasi sebesar 2,63 persen dengan andil 0,31 persen, sedangkan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi sebesar 3,52 persen dengan andil 0,29 persen.
Kelompok Pakaian dan Alas Kaki mengalami inflasi sebesar 2,96 persen dengan andil 0,18 persen, sementara kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 1,40 persen dengan andil 0,16 persen. (*)







