Menu

Mode Gelap
 

Bangka Belitung · 1 Okt 2025 14:13 WIB

Alami Musibah Kecelakaan Laut, Empat Nelayan di Belitung Timur Terima Bantuan Mesin Ketinting dari PT Timah Tbk


 Alami Musibah Kecelakaan Laut, Empat Nelayan di Belitung Timur Terima Bantuan Mesin Ketinting dari PT Timah Tbk Perbesar

BETANJAK.COM,BELITUNG TIMUR — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, PT Timah tbk menyalurkan bantuan berupa mesin ketinting kepada nelayan yang sebelumnya mengalami kecelakaan laut di perairan Belitung Timur.

Mesin ketinting dari PT Timah Tbk ini diberikan kepada empat nelayan yang sebelumnya mengalami kecelakaan laut yang membuat perahu dan mesin mereka rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh tim CSR PT Timah Tbk kepada nelayan terdampak. Dengan adanya mesin tempel baru, diharapkan nelayan dapat kembali melaut dan menjalankan aktivitas perekonomian mereka seperti sediakala.

Ketua Kelompok KUB Nelayan Laut Tersenyum di Desa Burong Mandi, Sugian mengatakan, nelayan yang mendapatkan bantuan mesin ketinting ini merupakan nelayan yang sebelumnya mengalami kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.

Pihaknya mengapresiasi kepedulian dan dukungan PT Timah bagi nelayan di Desa Burong Mandi, karena bantuan mesin ini memang sangat dibutuhkan. Apalagi harga mesin ini terbilang tidak murah.

“Terima kasih kepada CSR PT Timah yang telah membantu nelayan yang mengalami kecelakaan. Ini sangat membantu apalagi ditengah kondisi ekonomi saat ini dan hasil tangkapan juga tidak menentu. Rasanya kalau harus membeli sendiri ini sangat lumayan harganya tidak murah bagi kami nelayan,” katanya.

Kedepan, Ia berharap sinergi dan kolaborasi bersama PT Timah Tbk ini dapat terus berlanjut, sehingga bisa semakin banyak nelayan yang bisa merasakan dukungan dari PT Timah Tbk.

Salah satu nelayan yang mendapatkan bantuan mesin, Sudarni bersyukur dan sangat senang dengan bantuan dari PT Timah untuk dirinya. Baginya, ini adalah harapan baru untuk bisa mencari rezeki.

“Bersyukur sekali, karena mesin yang waktu kecelakaan itu sudah rusak parah tidak bisa digunakan lagi, terendam air laut. Kecelakaan itu terjadi saat cuaca ekstrem, Alhamdulillah nya saya masih selamat,” ceritanya.

Ia menyebutkan, untuk membeli mesin baru dirinya cukup kesulitan karena penghasilannya hanya mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Sebelum ada bantuan dari PT Timah, ia hanya mengandalkan mesin lamanya untuk mecari rezeki di laut.

“Alhamdullillah, karena kalau mau beli sendirinya rasanya belum bisa apalagi harganya kan tidak murah. Terima kasih sudah membantu saya, semoga PT Timah rezekinya semakin lancar,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‎Lewati Seleksi Ketat, 36 Siswa Resmi Jadi Penerima Program Kelas Beasiswa PT TIMAH

8 Juni 2026 - 13:09 WIB

‎Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT TIMAH Perkuat Langkah Menuju Pertambangan Berkelanjutan ‎

8 Juni 2026 - 12:44 WIB

‎Menjaga Tradisi Tetap Hidup, PT TIMAH Aktif Dukung Pelestarian Budaya di Lingkar Tambang ‎

8 Juni 2026 - 11:54 WIB

‎PT TIMAH Perkuat Program PPM, Dari Kelompok Rentan Hingga Pemberdayaan Ekonomi Lokal

8 Juni 2026 - 11:42 WIB

‎PT TIMAH Perkuat Tim ERG, Siapkan Patriot Kemanusiaan Hadapi Situasi Darurat ‎

8 Juni 2026 - 11:33 WIB

‎Seleksi Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Berlanjut, 36 Peserta Jalani Tes Kesehatan di Tiga Wilayah Operasional

3 Juni 2026 - 18:42 WIB

Trending di Bangka Belitung